Sabtu, 17 Mei 2014

AKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN BELAJAR MENGAJAR

KATA PENGANTAR


Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat allah swt karena berkat rahmat dan hidayah-nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Adapun judul makalah ini adalah "FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN BELAJAR MENGAJAR” Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Media Pembelajaran.
Meskipun penyusun telah berusaha untuk menyelesaikan makalah ini semaksimal mungkin, kami menyadari bahwa makalah ini masih sangat minim dan masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.Kami berharap semoga makalah ini berguna dan bermanfaat bagi kita semua,amin.


BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
Pengertian Belajar menurut C.T. Morgan dalam buku Introduction To Psychology (1961), Belajar adalah suatu perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku sebagai akibat / hasil dari pengalaman yang lalu. Ringkasnya ia mengatakan bahwa belajar adalah setiap perubahan yang relative menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.Siswa mengalami suatu proses belajar.
Dalam proses belajar tesebut, siswa menggunakan kemampuan mentalnya untuk mempelajari bahan belajar. Kemampuan-kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik yang dibelajarkan dengan bahan belajar menjadi semakin rinci dan menguat. Adanya informasi tentang sasaran belajar, adanya penguatan-penguatan, adanya evaluasi dan keberhasilan belajar, menyebabkan siswa semakin sadar, akan kemampuan dirinya.
Pengertian Mengajar Jerome S. Brunner dalam bukunya Toward a theory of instruction mengemukakan bahwa mengajar adalah menyajikan ide, problem atau pengetahuan dalam bentuk yang sederhana sehingga dapat dipahami oleh setiap siswa. Ngalim Purwanto dalam bukunya Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis (1998: 150) mengemukakan yang dimaksud dengan mengajar ialah memberikan pengetahuan atau melatih kecakapan-kecakapan atau keterampilan-keterampilan kepada anak-anak.
B.      PERUMUSAN MASALAH
Sehubungan dengan latar belakang di atas, maka yang menjadi perumusan masalah di dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi belajar mengajar ?
2.      Apa saja indikator keberhasilan belajar mengajar ?
3.      Bagaimana cara mengukur atau menilai tingkat keberhasilan tersebut ?
4.      Bagaimana cara program perbaikan bila tidak mencapai keberhasilan?
C.      TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah selain untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Strategi Pembelajaran PAI juga agar Bapak/Ibu Guru maupun Calon Guru seperti layaknya tim penyusun makalah dapat memahami faktor – faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar mengajar agar pembejalaran yang dilaksanakan berhasil sesuai dengan yang diharapkan


BAB II
PEMBAHASAN

A.      FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR MENGAJAR
1.      Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran menggambarkan bentuk tingkah laku atau kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki siswa setelah proses pembelajaran. Rumusan tujuan pembelajaran dapat dibuat dalam berbagai macam cara. Seringkali terjadi, rumusan itu menggambarkan apa yang akan dilakukan guru dalam proses pembelajaran. Jika rumusan semacam ini dibuat, tidak memberi tuntutan kepada siswa untuk belajar sehingga memperoleh hasil tertentu. Dengan singkat dapat dikemukakan bahwa rumusan tujuan harus menggambarkan bentuk hasil belajar yang ingin dicapai siswa melalui proses pembelajaran dilaksanakan.[1]
2.      Guru
Peran guru di sekolah juga sangat penting dalam meningkatkan kemauan belajar anak anak. Seorang guru dapat memotivasi dan memberikan pengarahan kepada anak anak bagaimana cara belajar yang baik dan mengembangkan potensi lebih yang terdapat pada anak.
Ada beberapa aspek yang menentukan keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar yaitu :
a.      Kepribadian
Hal ini akan mempengaruhi pola kepemimpinan yang guru perlihatkan ketika melaksanakan tugas didalam kelas
b.      Pandangan terhadap anak didik
Proses belajar dari guru yang memandang anak didik sebagai mahluk individual dengan yang memiliki pandangan anak didik sebagai mahluk sosial akan berbeda. Karena prosesnya berbeda, hasil proses belajarnya pun akan berbeda.
c.       Latar belakang dan Pengalaman guru
Guru pemula dengan latar belakang pendidikan keguruan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah, karena ia sudah dibekali dengan seperangkat teori sebagai pendukung pengabdiannya. Tingkat kesulitan yang ditemukan guru semakin berkurang pada aspek tertentu seiring dengan bertambahnya pengalamannya.
Guru yang bukan berlatar belakang pendidikan keguruan dan ditambah tidak berpengalaman mengajar , akan banyak menemukan masalah dikelas. Oleh sebab itu, untuk menjembatinya dibuat program Akta 4 dan Akta 5.
3.      Anak Didik
Aspek dari anak didik yang mempengaruhi keberhasilan belajar mengajar adalah :
a.      Psikologis anak didik
b.      Biologis anak didik
c.       Intelektual anak didik
d.      Kesenangan terhadap pelajaran
e.      Cara belajar anak didik
Hal diatas yang menyebabkan perbedaan karakteristik anak didik , misalnya pendiam, aktif, keras kepala, kreatif , manja dan sebagainya. Anak yang dengan ciri-ciri mereka masing-masing berkumpul di dalam kelas dan yang mengumpulkan tentu saja guru atau pengelola sekolah. Banyak sedikitnya jumlah anak didik dikelas akan mempengaruhi pengelolaan kelas.
Angka-angka dirapor menunjukkan bukti nyata dari keberhasilan belajar mengajar. Hal ini sebagai bukti bahwa tingkat penguasaan anak terhadap bahan pelajaran yang diberikan oleh guru, karena itu dikenalilah tingkat keberhasilan maksimal (istimewa), Optimal (baik sekali), minimal (baik) dan kurang untuk setiap bahan yang dikuasai anak didik.
4.      Media Pembelajaran
Media pembelajaran ini membuat konkrit konsep-konsep yang masih abstrak. Konsep-konsep yang dirasakan masih bersifat abstrak dan sulit dijelaskan secara langsung kepada siswa bisa dikonkritkan atau disederhanakan melalui pemanfaatan media pembelajaran.
5.      Kegiatan Pengajaran
Pola umum kegiatan pengajaran adalah terjadinya interaksi antara guru dengan anak didik dengan bahan pelajaran sebagai perantaranya. Guru yang mengajar, anak didik yang belajar.. Gaya mengajar guru mempengaruhi gaya belajar anak didik.
Ada 3 aspek yang dapat dilihat dari kegiatan pengajaran untuk keberhasilan belajar mengajar yaitu:
a.      Gaya mengajar guru
1.      Gaya mengajar klasik,
2.       Gaya mengajar teknologis,
3.      Gaya mengajar personalisasi dan
4.      Gaya mengajar interaksional
b.      Pendekatan guru
1.      Pendekatan individual
Guru berusaha memahami anak didik dengan segala persamaan dan perbedaannya
2.      Pendekatan kelompok
Berusaha memahami anak didik sebagai mahluk sosial. Perpaduan kedua pendekatan ini akan menghasilkan hasil belajar mengajar yang lebih baik.
c.       Strategi penggunaan metode
Penggunaan strategi belajar dapat digunakan lebih dari 1 metode pengajaran misalnya penggunaan metode Ceramah dengan metode Tanya jawab untuk mata pelajaan IPS. Jarang guru menggunakan 1 metode dalam melaksanakan pengajaran , hal ini disebabkan rumusan tujuan yang dibuat guru tidak hanya satu, tetapi bisa lebih dari dua rumusan.
6.      Evaluasi
Faktor suasana evaluasi merupakan faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar mengajar. Hal yang perlu dalam suasana evaluasi adalah
a.      Pelaksanaan evaluasi biasanya dilaksanakan di dalam kelas
b.      Semua murid dibagi menurut tingkatan masing-masing
c.       Besar sedikitnya anak didik dalam kelas
d.      Berlaku jujur, baik guru maupun anak didik selama evaluasi tersebut.

B.      MODEL -MODEL PERENCANAAN PENGAJARAN
1.      Model  PPSI
PPSI merupakan singkatan dari prosedur pengembangan sistem intruksional. Istilah sistem instruksional mengandung pengertian bahwa PPSI menggunakan pendekatan sistem dimana pembelajaran adalah suatu kesatuan yang terorganisasi, yang terdiri dari seperangkat komponen yang saling berhubungan dan bekerjasama satu sama lain secara fungsional dan terpadu dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.
Dengan demikian PPSI adalah suatu langkah-langkah pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran sebagai suatu sistem dalam rangka untuk mencapai tujuan yang diharapkan secara efektif dan efisien (Harjanto, 2008 : 75).
Model pengembangan intruksional PPSI ini memiliki 5 langkah pokok yaitu:
a)      Perumusan tujuan/kompetensi
Merumuskan tujuan/kompetensi beserta indicator ketercapaiannya yang harus memenuhi 4 kriteria sebagai berikut:
1.      Menggunakan istilah yang operasional
2.      Berbentuk hasil belajar
3.      Berbentuk tingkah laku
4.      Hanya satu jenis tingkah laku
b)      Pengembangan alat penilaian
1.      Menentukan jenis tes/intrumen yang akan digunakan untuk menilai tercapai tidaknya tujuan
2.      Merencanakan pertanyaan (item) untuk menilai masing-masing tujuan
c)      Kegiatan belajar
1.      Merumuskan semua kemungkinan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan
2.      Menetapkan kegiatan belajar yang tak perlu ditempuh
3.      Menetapkan kegiatan yang akan ditempuh
d)      Pengembangan program kegiatan
1.      Merumuskan materi pelajaran
2.      Menetapkan model yang dipakai
3.      Alat pelajaran/buku yang dipakai
4.      Menyusun jadwal
e)      Pelaksanaan
1.      Mengadakan pretest
2.      Menyampaikan materi pelajaran
3.      Mengadakan posttest
4.      Perbaikan
2.      Model Kurikulum 1994
Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilakspeserta didikan sesuai dengan Undang-Undang no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran, yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan. Dengan sistem caturwulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi kesempatan bagi peserta didik untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak. Tujuan pengajaran menekankan pada pemahaman konsep dan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah.



BAB III
PENUTUP

1.      KESIMPULAN
Setelah kami uraikan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar – mengajar, secara garis besar dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
a.      Keberhasilan belajar mengajar dipengaruhi berbagai aspek baik guru , anak didik, evaluasi, media pembelajaran dan suasana lingkungan belajar mengajar di sekolah.
b.      Indikator keberhasilannya ditentukan berapa besar daya serap siswa terhadap bahan pelajaran yang diajarkan.
c.       Apabila 75% siswa masih dibawah taraf minimal dalam mencapai tingkat keberhasilan, maka proses belajar mengajar berikutnya adalah perbaikan.
2.      SARAN - SARAN
Setelah membaca dan menguraikan tentang makalah ini, saran yang dapat diberikan adalah :
a.      Perlunya menelaah dan mengkaji secara continue sebagai suatu perbaikan yang terus menerus terhadap proses pembelajaran yang ada di Indonesia, agar pendidikan yang dikembangkan, mencapai tujuan yang diharapkan.
b.      Perlunya mengaplikasikan pendidikan yang berkarakter secara nyata, tidak hanya sekedar teori yang menitik beratkan pada ujian kognitif semata.


DAFTAR PUSTAKA
http://kuliahpsikologi.dekrizky.com/pengertian-belajar.html
http://mitanggel.blogspot.com/2009/09/pengertian-mengajar.html
Drs. Lukmanul Hakim, M.Pd. Perencanaan Pembelajaran, Bandung. CV Wacana Prima : 2008
http://ustadsatria.blogspot.com/
http://akta408.wordpress.com/
Drs. Rudi Susilana, M.Si, Cepi Riyana, M.Pd, Media Pembelajaran, (Bandung, CV Wacana Prima : 2007
Moh Uzer Usman dan Lilis Setiawati; Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar, Bandung. PT Remaja Rosdakarta : 1993




[1] Drs. Lukmanul Hakim, M.Pd. Perencanaan Pembelajaran, (Bandung, CV Wacana Prima), 91

Tidak ada komentar:

Posting Komentar