KATA
PENGANTAR
Puji
syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat allah swt karena berkat rahmat
dan hidayah-nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Adapun judul
makalah ini adalah "FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN BELAJAR MENGAJAR”
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
Media Pembelajaran.
Meskipun
penyusun telah berusaha untuk menyelesaikan makalah ini semaksimal mungkin,
kami menyadari bahwa makalah ini masih sangat minim dan masih jauh dari
kesempurnaan, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun demi kesempurnaan makalah ini.Kami berharap semoga makalah ini
berguna dan bermanfaat bagi kita semua,amin.
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pengertian
Belajar menurut C.T. Morgan dalam buku Introduction To Psychology (1961),
Belajar adalah suatu perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku sebagai
akibat / hasil dari pengalaman yang lalu. Ringkasnya ia mengatakan bahwa
belajar adalah setiap perubahan yang relative menetap dalam tingkah laku yang
terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.Siswa mengalami suatu
proses belajar.
Dalam
proses belajar tesebut, siswa menggunakan kemampuan mentalnya untuk mempelajari
bahan belajar. Kemampuan-kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik yang
dibelajarkan dengan bahan belajar menjadi semakin rinci dan menguat. Adanya
informasi tentang sasaran belajar, adanya penguatan-penguatan, adanya evaluasi
dan keberhasilan belajar, menyebabkan siswa semakin sadar, akan kemampuan
dirinya.
Pengertian
Mengajar Jerome S. Brunner dalam bukunya Toward a theory of instruction
mengemukakan bahwa mengajar adalah menyajikan ide, problem atau pengetahuan
dalam bentuk yang sederhana sehingga dapat dipahami oleh setiap siswa. Ngalim
Purwanto dalam bukunya Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis (1998: 150)
mengemukakan yang dimaksud dengan mengajar ialah memberikan pengetahuan atau
melatih kecakapan-kecakapan atau keterampilan-keterampilan kepada anak-anak.
B. PERUMUSAN
MASALAH
Sehubungan
dengan latar belakang di atas, maka yang menjadi perumusan masalah di dalam
makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Faktor-faktor
apa saja yang mempengaruhi belajar mengajar ?
2. Apa saja
indikator keberhasilan belajar mengajar ?
3. Bagaimana cara
mengukur atau menilai tingkat keberhasilan tersebut ?
4. Bagaimana cara
program perbaikan bila tidak mencapai keberhasilan?
C. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari penulisan makalah
ini adalah selain untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Strategi Pembelajaran
PAI juga agar Bapak/Ibu Guru maupun Calon Guru seperti layaknya tim penyusun
makalah dapat memahami faktor – faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses
belajar mengajar agar pembejalaran yang dilaksanakan berhasil sesuai dengan
yang diharapkan
BAB II
PEMBAHASAN
A. FAKTOR – FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI BELAJAR MENGAJAR
1. Tujuan
Pembelajaran
Tujuan
pembelajaran menggambarkan bentuk tingkah laku atau kemampuan yang diharapkan
dapat dimiliki siswa setelah proses pembelajaran. Rumusan tujuan pembelajaran
dapat dibuat dalam berbagai macam cara. Seringkali terjadi, rumusan itu
menggambarkan apa yang akan dilakukan guru dalam proses pembelajaran. Jika
rumusan semacam ini dibuat, tidak memberi tuntutan kepada siswa untuk belajar
sehingga memperoleh hasil tertentu. Dengan singkat dapat dikemukakan bahwa
rumusan tujuan harus menggambarkan bentuk hasil belajar yang ingin dicapai
siswa melalui proses pembelajaran dilaksanakan.[1]
2. Guru
Peran
guru di sekolah juga sangat penting dalam meningkatkan kemauan belajar anak
anak. Seorang guru dapat memotivasi dan memberikan pengarahan kepada anak anak
bagaimana cara belajar yang baik dan mengembangkan potensi lebih yang terdapat
pada anak.
Ada beberapa aspek
yang menentukan keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar yaitu :
a. Kepribadian
Hal ini akan mempengaruhi pola
kepemimpinan yang guru perlihatkan ketika melaksanakan tugas didalam kelas
b. Pandangan
terhadap anak didik
Proses belajar dari guru yang
memandang anak didik sebagai mahluk individual dengan yang memiliki pandangan
anak didik sebagai mahluk sosial akan berbeda. Karena prosesnya berbeda, hasil
proses belajarnya pun akan berbeda.
c. Latar belakang
dan Pengalaman guru
Guru pemula dengan
latar belakang pendidikan keguruan lebih mudah menyesuaikan diri dengan
lingkungan sekolah, karena ia sudah dibekali dengan seperangkat teori sebagai
pendukung pengabdiannya. Tingkat kesulitan yang ditemukan guru semakin
berkurang pada aspek tertentu seiring dengan bertambahnya pengalamannya.
Guru yang bukan
berlatar belakang pendidikan keguruan dan ditambah tidak berpengalaman mengajar
, akan banyak menemukan masalah dikelas. Oleh sebab itu, untuk menjembatinya
dibuat program Akta 4 dan Akta 5.
3. Anak Didik
Aspek dari anak didik yang
mempengaruhi keberhasilan belajar mengajar adalah :
a. Psikologis anak
didik
b. Biologis anak
didik
c. Intelektual anak
didik
d. Kesenangan
terhadap pelajaran
e. Cara belajar
anak didik
Hal diatas yang menyebabkan perbedaan
karakteristik anak didik , misalnya pendiam, aktif, keras kepala, kreatif ,
manja dan sebagainya. Anak yang dengan ciri-ciri mereka masing-masing berkumpul
di dalam kelas dan yang mengumpulkan tentu saja guru atau pengelola sekolah.
Banyak sedikitnya jumlah anak didik dikelas akan mempengaruhi pengelolaan
kelas.
Angka-angka dirapor menunjukkan bukti
nyata dari keberhasilan belajar mengajar. Hal ini sebagai bukti bahwa tingkat
penguasaan anak terhadap bahan pelajaran yang diberikan oleh guru, karena itu
dikenalilah tingkat keberhasilan maksimal (istimewa), Optimal (baik sekali),
minimal (baik) dan kurang untuk setiap bahan yang dikuasai anak didik.
4. Media
Pembelajaran
Media
pembelajaran ini membuat konkrit konsep-konsep yang masih abstrak.
Konsep-konsep yang dirasakan masih bersifat abstrak dan sulit dijelaskan secara
langsung kepada siswa bisa dikonkritkan atau disederhanakan melalui pemanfaatan
media pembelajaran.
5. Kegiatan
Pengajaran
Pola
umum kegiatan pengajaran adalah terjadinya interaksi antara guru dengan anak
didik dengan bahan pelajaran sebagai perantaranya. Guru yang mengajar, anak
didik yang belajar.. Gaya mengajar guru mempengaruhi gaya belajar anak didik.
Ada 3 aspek yang dapat
dilihat dari kegiatan pengajaran untuk keberhasilan belajar mengajar yaitu:
a. Gaya mengajar
guru
1. Gaya mengajar
klasik,
2. Gaya mengajar teknologis,
3. Gaya mengajar
personalisasi dan
4. Gaya mengajar
interaksional
b.
Pendekatan guru
1. Pendekatan
individual
Guru berusaha memahami anak didik
dengan segala persamaan dan perbedaannya
2. Pendekatan
kelompok
Berusaha memahami anak didik sebagai
mahluk sosial. Perpaduan kedua pendekatan ini akan menghasilkan hasil belajar
mengajar yang lebih baik.
c. Strategi
penggunaan metode
Penggunaan strategi belajar dapat
digunakan lebih dari 1 metode pengajaran misalnya penggunaan metode Ceramah
dengan metode Tanya jawab untuk mata pelajaan IPS. Jarang guru menggunakan 1
metode dalam melaksanakan pengajaran , hal ini disebabkan rumusan tujuan yang
dibuat guru tidak hanya satu, tetapi bisa lebih dari dua rumusan.
6. Evaluasi
Faktor suasana evaluasi merupakan
faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar mengajar. Hal yang perlu dalam
suasana evaluasi adalah
a. Pelaksanaan
evaluasi biasanya dilaksanakan di dalam kelas
b.
Semua murid dibagi menurut tingkatan masing-masing
c.
Besar sedikitnya anak didik dalam kelas
d.
Berlaku jujur, baik guru maupun anak didik selama
evaluasi tersebut.
B. MODEL -MODEL
PERENCANAAN PENGAJARAN
1. Model PPSI
PPSI merupakan singkatan dari
prosedur pengembangan sistem intruksional. Istilah sistem instruksional
mengandung pengertian bahwa PPSI menggunakan pendekatan sistem dimana
pembelajaran adalah suatu kesatuan yang terorganisasi, yang terdiri dari
seperangkat komponen yang saling berhubungan dan bekerjasama satu sama lain
secara fungsional dan terpadu dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.
Dengan demikian PPSI adalah suatu
langkah-langkah pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran sebagai suatu sistem
dalam rangka untuk mencapai tujuan yang diharapkan secara efektif dan efisien
(Harjanto, 2008 : 75).
Model
pengembangan intruksional PPSI ini memiliki 5 langkah pokok yaitu:
a) Perumusan
tujuan/kompetensi
Merumuskan tujuan/kompetensi beserta indicator
ketercapaiannya yang harus memenuhi 4 kriteria sebagai berikut:
1. Menggunakan
istilah yang operasional
2. Berbentuk hasil
belajar
3. Berbentuk
tingkah laku
4. Hanya satu jenis
tingkah laku
b)
Pengembangan alat penilaian
1. Menentukan jenis
tes/intrumen yang akan digunakan untuk menilai tercapai tidaknya tujuan
2. Merencanakan
pertanyaan (item) untuk menilai masing-masing tujuan
c)
Kegiatan belajar
1. Merumuskan semua
kemungkinan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan
2. Menetapkan
kegiatan belajar yang tak perlu ditempuh
3. Menetapkan
kegiatan yang akan ditempuh
d)
Pengembangan program kegiatan
1. Merumuskan
materi pelajaran
2. Menetapkan model
yang dipakai
3. Alat
pelajaran/buku yang dipakai
4. Menyusun jadwal
e)
Pelaksanaan
1. Mengadakan
pretest
2. Menyampaikan
materi pelajaran
3. Mengadakan
posttest
4. Perbaikan
2.
Model Kurikulum 1994
Kurikulum 1994 dibuat
sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilakspeserta didikan sesuai dengan
Undang-Undang no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hal ini
berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran, yaitu dengan mengubah dari
sistem semester ke sistem caturwulan. Dengan sistem caturwulan yang
pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi
kesempatan bagi peserta didik untuk dapat menerima materi pelajaran cukup
banyak. Tujuan pengajaran menekankan pada pemahaman konsep dan keterampilan
menyelesaikan soal dan pemecahan masalah.
BAB III
PENUTUP
1. KESIMPULAN
Setelah kami uraikan
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar – mengajar, secara
garis besar dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
a. Keberhasilan
belajar mengajar dipengaruhi berbagai aspek baik guru , anak didik, evaluasi,
media pembelajaran dan suasana lingkungan belajar mengajar di sekolah.
b. Indikator
keberhasilannya ditentukan berapa besar daya serap siswa terhadap bahan
pelajaran yang diajarkan.
c. Apabila 75%
siswa masih dibawah taraf minimal dalam mencapai tingkat keberhasilan, maka
proses belajar mengajar berikutnya adalah perbaikan.
2. SARAN - SARAN
Setelah membaca dan menguraikan
tentang makalah ini, saran yang dapat diberikan adalah :
a. Perlunya
menelaah dan mengkaji secara continue sebagai suatu perbaikan yang terus
menerus terhadap proses pembelajaran yang ada di Indonesia, agar pendidikan
yang dikembangkan, mencapai tujuan yang diharapkan.
b. Perlunya
mengaplikasikan pendidikan yang berkarakter secara nyata, tidak hanya sekedar
teori yang menitik beratkan pada ujian kognitif semata.
DAFTAR
PUSTAKA
http://kuliahpsikologi.dekrizky.com/pengertian-belajar.html
http://mitanggel.blogspot.com/2009/09/pengertian-mengajar.html
Drs. Lukmanul Hakim, M.Pd.
Perencanaan Pembelajaran, Bandung. CV Wacana Prima : 2008
http://ustadsatria.blogspot.com/
http://akta408.wordpress.com/
Drs. Rudi Susilana, M.Si, Cepi
Riyana, M.Pd, Media Pembelajaran, (Bandung, CV Wacana Prima : 2007
Moh Uzer Usman dan Lilis Setiawati;
Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar, Bandung. PT Remaja Rosdakarta :
1993
Tidak ada komentar:
Posting Komentar